Kontroversi Logo Jogja Seharga 1,5 Miliar


Dari logo lama ke baru

Logo baru kota Yogyakarta yang belum diluncurkan ini menuai kontroversi. Tak hanya tulisannya yang terbaca ‘TOGUA’, tapi juga mengganti slogan ‘Jogja Never Ending Asia’ menjadi ‘New Harmony’. Bahkan, ada yang mengkritik kalau logo itu tak mencerminkan keistimewaan Yogyakarta.

Alih-alih didapat dari lomba, logo ini dipesan seharga 1,5 miliar dari sebuah perusahaan dengan Dana Keistimewaan. Padahal kalau lewat sayembara, tentu akan lebih menghemat biaya dan akan didapat logo yang lebih bernilai—mengingat Jogja merupakan gudangnya orang-orang kreatif. 

Beberapa warga sebenarnya mendesak untuk dilakukan sayembara terbuka. Tapi menurut Erni Widyastuti, Kasubid Administrasi Publik dan Keuangan Bappeda DIY seperti dikutip Tribunnews.com, penyelenggaraan sayembara terbuka tak mungkin dilakukan. Sebab, Pemda sudah menargetkan penggarapan logo ini selesai di bulan November 2014. 

"Kalau melihat tata kalanya, sudah nggak memungkinkan untuk sayembara lagi," kata Erni pada Tribunnews.com di kantornya, Kamis (30/10/2014). 

Masih menurut Erni, Pemda DIY sudah mulai mengerjakan logo baru tersebut sejak awal 2014 dengan mengajak konsultan pemasaran ternama, MarkPlus Inc. 

Perlu diketahuai, MarkPlus Inc adalah perusahaan milik Hermawan Kertajaya yang telah membuat logo lama 'Yogya, Never Ending Asia'. Dan karena dianggap berhasil, Hermawan pun kembali dipercaya Gubernur DIY Sri Sultan HB X untuk rebranding logo baru.


Sumber:  http://jogja.tribunnews.com/2014/10/31/logo-togua-bernilai-rp-15-miliar/

0 Response to "Kontroversi Logo Jogja Seharga 1,5 Miliar"

Post a Comment