Daftar Komunitas Seni Grafis Yogyakarta



DAGING TUMBUH (DGTMB)
Jl Parangtritis 115A | daging_tumbuh@gmail.com | ekonugroho.or.id | dgtmb.blogspot.com | 0274 370166

Daging Tumbuh (DGTMB) pertama kali diperkenalkan pada publik sebagai komik underground. Digagas dan dikembangkan Eko Nugroho. Edisi pertama dgtmb terbit Juni tahun 2000. (penebar.com)
Dengan konsep melawan arus utama, dgtmb menerapkan sistem kontribusi terbuka. Siapa saja bisa mengisi dan berekspresi apa saja, tanpa melalui proses seleksi atau kurasi. Sebagai media independen dgtmb dipasarkan melalui jaringan pasar independen pula. Dari tangan ke tangan, menitip di distro, galeri dan rumah seni, beredar pada kegiatan-peristiwa kesenian, sampai membuka lapak di Sunday Morning, pasar tiban mingguan di bilangan Bulaksumur, UGM.

Dgtmb, terbit enam bulanan, selalu muncul dalam format fotokopian. Pertama kali diproduksi sejumlah 35 eksemplar, perbanyakannya dihentikan di angka 150 kopi, meski permintaan pembaca terus meningkat. Dan siapa tidak kebagian dianjurkan untuk memfotokopi. Hingga kini, dgtmb sudah mencapai 12 edisi, dan telah melibatkan sekira 200 seniman seperti Terra Bajraghosa, Eko Dydik “Codit”, Beng Rahardian, Wedhar Riyadi, Agung Kurniawan, Eddie Hara, dan Mella Jaarsma, serta beberapa dari Singapura, Belanda, Jepang, Swiss, Spanyol, dan Malaysia. Tahun 2008, Eko Nugroho membuka akses publik pada pelbagai bentuk merchandise DGTMB, melalui the dgtmb Shop. Sebagai titik berangkat, produk-produk the dgtmb Merchandise kini baru mengalih-bentukkan karya-karya Eko Nugroho. Nantinya, karya-karya yang pernah dimuat di komik dagingtumbuh diadaptasi menjadi merchandise.

Komik DGTMB yang sudah terbit
Dgtmb #1: Segar | Dgtmb #2: Presiden vs Komik | Dgtmb #3: Menggergaji Es Jeruk | Dgtmb #4: Sirkus | Dgtmb #5: Merobohkan Kelenjar Hari Libur | Dgtmb #6: Tendangan Maut si Nanas Muda | Dgtmb #7: Infeksi Ganda Minyak Tanah | Dgtmb #8: Tidak Ada Ganteng Diantara Kita | Dgtmb #9: Ditampar Pabrik Kulit | Dgtmb #10: No Deal Foundation | Dgtmb #11: Will You Marry Me? | Dgtmb #12: Kraaak | Dgtmb #13: Perseteruan Lendir Bersaudara


GRAFIS MINGGIRAN
Kp Dukuh MJ I/755 A RT 22 RW 15 Suryodiningratan Gedongkiwo | 0817466435, 08562870229

Komunitas Grafis Minggiran
ialah kelompok kerja seni yang fokus pada pengembangan karya seni cetak grafis. Mulanya bernama Rumah Grafis Minggiran (cikal Studio Grafis Minggiran). Terdiri dari beberapa seniman alumni ISI Yogyakarta. Komunitas aktif ini mengelola studio yang mereka namai “Studio Grafis Minggiran”. Kegiatan utamanya adalah mengadakan workshop dan pengembangan seni grafis. Kegiatan lengkapnya yaitu open studio, workshop seni grafis, reproduksi karya seni grafis, tinjauan karya seni (apresiasi), rancang grafis, komik studio, mural, wall painting, dan art on t-shirt.

Grafis Minggiran berdiri pada 1 September 2001, dalam sebuah pameran bersama seni grafis bertajuk “Cerita-Cerita” di Gelaran Budaya, Yogyakarta. Komunitas Grafis Minggiran memposisikan diri sebagai bagian masyarakat seni yang mempunyai tanggung jawab dalam apresiasi dan kontribusi pada kegiatan seni. Beberapa kegiatan yang pernah dilakukan seperti Workshop etsa berwarna bersama Eva pietzcker seni grafis dari Jerman”, Guest Country 3rd Annual Mini Print Lessedra di Bulgaria (2004), Guest Country di Lessedra 4Th World Art Print Annual, Lassedra Contemporary Art Project, Sofia, Bulgaria (2005), Pameran Seni Grafis “Rumah Grafis Minggiran” di Kedai Kebun, Yogyakarta (2005), dan masih banyak lagi. Hingga kini Komunitas Grafis Minggiran digawangi kepengurusan yang terdiri dari Alexander Nawangseto Mahendrapati sebagai ketua dan bendahara, Theresia Agustina Sitompul sebagai sekretaris, Danang Hadi Phe dan Petrus Priya Wicaksana litbang, Rully Putra Adi bagian produksi, Deni Rahman dan Maryanto “Beb” berposisi humas.


KOLONI CETAK
Mergangsan Kidul Mg II/ 1253 | kolonicetak@yahoo.com | 081578724871

Komunitas yang fokus bekerja dalam bidang kesenian-senirupa-seni grafis murni. Berdiri pada 10 Januari 2009. Anggotanya campuran mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Institut Seni Indonesia (ISI) seperti Septian Arifianto, Anton Subiyanto, Gilang Fradika A., Rosi Alam Fidiansah, dan Gilang Nurari. Komunitas ini mengenalkan identitasnya dengan aktivitas pameran seni grafis, diskusi seni grafis, hingga membaca opini seni grafis. Pameran yang pernah digelar yaitu pameran seni grafis “hangout” (part #1) dan “hangout” (part #2).


MULYAKARYA
Timuran MG III/172 | the_mulyakarya@yahoo.co.id | 081578739335

Mulyakarya adalah sebuah komunitas komik yang anggotanya sangat sangat sangat (3x) mencintai komik. Berdiri pada 25 Oktober 2007 atas prakarsa Danang Catur dan Yudha Sandy. Keduanya menggagas media independen untuk mempublikasikan karya-karya seni rupa alternatif perupa-perupa independen terutama yang berada di Yogyakarta dan sekitarnya. Karya-karya itu bisa berupa komik, toys, grafis, lukis, maupun karya bebas media bagian dari dunia seni rupa Indonesia. Cikal media Mulyakarya adalah komik katalog. Komik katalog ini berisi review komik-komik self publish terbaru yang ada di Yogyakarta. Katalog itu sudah terbit 3 edisi, dicetak 1000 lembar dan disebar gratis.

Mulyakarya membuat komik katalog dan website dengan tujuan mempopulerkan, menyebarkan gagasan, dan menampung karya visual alternatif. Alternatif menurut Mulyakarya terbagi menjadi sifat dan bentuknya. Sifat meliputi semangat kebaruan, heboh, seksi, tidak stereotip, berkarakter, bersifat lokal, rebel, kritis, dan mandiri. Sedang bentuknya bisa berupa komik, grafis, toys, disain, graffiti, fotografi, video, dan lain-lain. Kelompok ini juga meriset, mengoleksi, dan mendata karya-karya komik terbaru yang sesuai dengan visi Mulyakarya. Membuat workshop, pertemuan gagasan, proses presentasi, dan diskusi. Membangun jaringan komunitas dengan mitra sejajar, baik lingkup lokal, regional, maupun internasional. Membuat galeri total komik adalah tujuan berikutnya dari Mulyakarya. Anggota dan karya komunitas Mulyakarya yaitu Iwank (Yellowteeth), Sulung Widya (Robokid), Abram Gobram (Matakatak), Fransisco Panca (Kumengomik), Fida Irawanto (Kids N' Birds), Ign Ade (Pohon Bergerak), Prihatmoko Moki (Babak Belur), Gandhi (Mendung Bertulang), Fery Widadgdo (Muntahan Kepala), dan lain-lain.

Aktivitas
OST Rumor of Tatang S | Kompilasi Rock Agraris “KERASHATI” | Video Klip Animasi The Herpess by Insting Instant “Menelan & Melaju” | Workshop storytelling and launch comic catalog mulyakarya #1 in LIP (2007) | Comic exhibition in Pekan Komik Indonesia, Malang (2007) | Comic Catalog Mulyakarya #2 (2007) | Comic Catalog mulyakarya #3 (2008) | Pameran “rumor of Tatang S” in IVAA (2008) | Workshop “cukil kayu” di Wanitatama Yogyakarta (2008) | Pameran “Jogja Deatchmatch” Rommate Gallery Yogyakarta | Exhibition “Indienesia Art & Youth Festival” JEC Yogyakarta (2009) | Pameran Industri Kreatif “Aksi Kreasi” Purna Budaya Yogyakarta (2009) | Workshop & Pameran Grafis Novel “Pacu Jantung” Lakibini Resto & Art Space (2009).


PISANGSEGER
Minggiran MJ II / 1248 | sandy_comic@yahoo.co.id | 08562910463

Pisangseger adalah komunitas seni grafis angkatan 2001 ISI Yogyakarta. Komunitas yang bermula dari kegiatan berkumpul dan mengerjakan tugas-tugas kuliah bersama ini aktif membuat workshop, pameran, dan menerbitkan kompilasi karya cetak. Pertama, mereka menerbitkan “Pisangseger printmaking zine#1” berisi 50 edisi buku kompilasi seni grafis. Terdiri dari karya tigabelas orang seniman grafis. Selanjutnya menerbitkan “Pisangseger printmaking zine#2” dengan membendel 50 edisi buku juga. Ini adalah lanjutan dari kompilasi seni grafis Pisangseger dengan format dan semangat lebih baru. Kompilasi karya cetak yang terbit disertai dengan wacananya. Di antaranya karya Daniel Cahya Krisna (Yogya), Didit Pratomo (Yogya), Feni Setyo Rini (Yogya), dan delapan orang lainnya. Pengisi artikelnya adalah Suwarno W., Arya Pandjalu, Anton Subiyanto, Toto Nugroho. Workshop dan pameran yang pernah dilakukan yaitu pameran CP Open Biennale di gedung BI Jakarta dan workshop cukil kayu di Kalasan Prambanan. Setelah selama delapan tahun berproses, karya visual anggota Pisangseger kini sangat banyak dan beragam. Mulai dari lukisan, grafis, animasi, komik, instalasi, dan fiber custom toys. Anggota Pisangseger yang sekarang adalah Danang Catur, Francisco Panca, Daniel Cahya Krisna, Nugroho Heri, Nugroho Wijayanto (Nanang), Teguh Hariyanta, Toto Nugroho, Wisnu Auri, Yudha Sandy, Didit Pratomo, dan Marfianto.


SAMAR MESEM
Saman III No. 259 Bangunharjo Sewon Bantul | samarmesem.blogspot.com | 081802623505

Komunitas kesenian beranggotakan seniman muda yang tinggal di kampung Saman, Ary, J.T.Gultom, Hery Pe, Hery S., Ipo, Purwanto, dan Sigit Bapak. Sejak digagas pada September 2008, komunitas ini tidak dihasratkan untuk langgeng dan hanya untuk keperluan pameran.


TANGAN REGET
Gedung seni grafis lantai 2 ruang etsa Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta, Kos “Kandang Ayam”, Kamar No. 2 Prancak Dukuh RT 03 No. 96 Panggungharjo Sewon Bantul | tanganreget@gmail.com | 085643682367 (Yucki)

Komunitas mahasiswa seni grafis ISI Yogyakarta angkatan 2007. Nama Tangan Reget dipilih sebab pekerjaan seni selalu membuat tangan kotor. Reget yang berarti kotor dapat pula diterjemahkan sebagai proses pembelajaran mencari identitas. Perkenalan komunitas ini dengan menggelar pameran seni grafis bertajuk “Who?” di Kersan Art Studio pada 25 Juli sampai 8 Agustus 2009. Tangan Reget beranggotakan Y.M. Fakhri Syahrani, Anggalasa Aranela, M. Syaifutibyan, Rizal Eka P., Irvin Domi, Yucki W.A., Eko Saputro, Ungki Prasetyo, Daud Mahagni, Yanwar “yans”, dan Dicki Armawanto.


TUMOR GANAS
081802623505

Tumor Ganas ialah singkatan Tuntutan Moral Grafis Nasional yang berdiri tahun 2001. Ini merupakan komunitas seni grafis mahasiswa ISI angkatan 2000. Mulanya beranggota 29 orang dan terus berkurang, keseluruhannya telah menyandang nama “the ganas” yaitu panggilan bagi anggota Tumor Ganas. Terakhir 15 orang saja yang tetap konsisten berkesenian dan membesarkan nama komunitas. Komunitas ini diketuai Haryo T.B. Aktivitasnya tidak sebatas grafis, tapi juga media lain seperti mural, performance, instalasi, dan musik. Beberapakali Tumor Ganas juga mengadakan workshop, diskusi, dan menjadi mentor di beberapa tempat serta menerbitkan buletin seni grafis bernama Tumor Ganas Media. Memasuki tahun 2005 aktivitas Tumor Ganas terhenti, tidak ada kata resmi membubarkan diri, hanya vakum dan mungkin sedang tidur lelap. Musababnya ialah lulusnya sebagian anggotanya di tahun 2005 dan 2006.

Aktivitas
Pameran hardboard cut Ruwatan Garong, FSR ISI Yogyakarta (2007) | Printmaking on the Road, sepanjang Jl Cikini Jakarta (2002) | Mural dinding FSR ISI Yogyakarta (2002) | Printmaking on the Road #2, 50 titik lokasi publik di Yogyakarta (2002) | Performance “Jasad tak Bertuan”, Malioboro Yogyakarta (2002) | Mural grafis dinding Rektorat ISI Yogyakarta (2002) | Mentor pada workshop, diskusi dan pameran seni grafis di SMUN1 Ambulu, Jember (2002) | Pameran seni grafis dan instalasi “Fuckintebe”, Sositet Militer TBY Yogyakarta (2003) | Mentor pada workshop dan pameran silkscreen mahasiswa KKL UNJ di FSR ISI Yogyakarta (2003) | Ramadhan Fair with Tumor Ganas, Sasono Hinggil Yogyakarta (2004) | Environmental Art Ulang Tahun SASENITALA, Bebeng Kaliurang Yogyakarta (2004) | Performance “No money no water”, Ulang Tahun SASENITALA, Bebeng Kaliurang Yogyakarta (2004) | Mentor pada workshop seni rupa, diklat mahasiswa kehutanan UGM Yogyakarta (2004) | CP Open Biennale “Urban Culture”, Museum Bank Indonesia Jakarta (2005)


Sumber tulisan: Gelaran Almanak Seni Rupa Jogja 1999-2009
Sumber gambar: blog.tujuhbintang.com

0 Response to "Daftar Komunitas Seni Grafis Yogyakarta"

Post a Comment