Galeri Seni: Taman Budaya Yogyakarta (TBY)


Alamat:
Sriwedari 1 | 0274 523512, 561914 | 0274 580771 | tamanbudayayogyakarta.com | matajendela@yahoo.com

Misi Taman Budaya Yogyakarta (TBY) adalah memberikan ruang kreatif bagi seniman dan budayawan mempresentasikan karya kreatif dan pemikiran mereka. Berjargon The Window of Yogyakarta, TBY berupaya menuju pusat budaya terkemuka di tingkat nasional dan internasional.

Sejarah TBY berawal dari kebijakan Direktorat Jenderal Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia kurun 1970-an yang melihat pentingnya pusat kebudayaan dan kesenian di setiap provinsi. Maka pada 1978, berdasar masukan para seniman dan ditasbihkan melalui surat keputusan menteri pendidikan dan kebudayaan berdirilah pusat-pusat kebudayaan Taman Budaya di beberapa propinsi Indonesia, termasuk di Yogyakarta.

Saat masa transisi otonomi daerah 2000-2001, TBY masuk dalam struktur Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Berdasarkan peraturan daerah nomor 7 tahun 2002 dan keputusan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta nomor 181/tahun 2002, pada 4 November 2002 ,Taman Budaya Yogyakarta resmi menjadi unit pelaksana teknis (UPT) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Yogyakarta. TBY berfungsi pengembangan dan pengolahan, pusat dokumentasi, etalase, informasi seni budaya serta pariwisata.

Mulanya, lembaga pemerintah ini menempati kompleks Purna Budaya di kawasan kampus Universitas Gajah Mada (UGM) Bulak Sumur. Kemudian pindah ke gedung kesenian Societet. Sebuah bangunan bersejarah sejak masa Sultan Hamengku Buwono I, pusat kegiatan militer era kolonial, Jepang, dan kemerdekaan. Dulu bernama Societeit de Vereeniging.

TBY dilengkapi ruang pameran, concert hall berkapasitas 1200 penonton, ruang seminar, amphiteater, perpustakaan, cafe, dan toko cinderamata. Sebagai “jendela”nya Yogyakarta, ruang lingkup kegiatan TBY terpolarisasi dalam 4 macam.

Pertama, gelaran seni budaya (pementasan, pameran, festival seni pertunjukan kontemporer dan tradisional), serta kegiatan seni rupa seperti Biennale dan Jogja Art Fair. Kedua, laboratorium pengembangan dan pengolahan seni budaya yang berwujud kajian seni, sarasehan, lokakarya, bimbingan dan pelatihan seni, eksperimentasi, rekonstruksi, revitalisasi dan studi banding seni budaya. Ketiga, dokumentasi, penerbitan serta informasi seni budaya meliputi pengumpulan dan penyimpanan data seni budaya dan publikasi di pelbagai media. Keempat, pengkoleksian karya seni rupa. Meliputi lukis, patung, grafis dan kriya. Diperoleh dari pembelian maupun pemberian sejumlah perupa.

Saat ini TBY dikepalai Dyan Anggraini Rais. TBY terbuka bagi kelompok seni apa pun, lokasinya yang strategis di pusat kota semakin memudahkan publik untuk mengakses lembaga resmi pemerintah tersebut.

Aktivitas Pameran (2005-2009): 115

Sumber:  
Gelaran Almanak Seni Rupa Jogja 1999-2009
http://afcteater.wordpress.com

0 Response to "Galeri Seni: Taman Budaya Yogyakarta (TBY)"

Post a Comment