Daftar Patung Monumen di Yogyakarta


Jogja juga kaya akan bangunan-bangunan monumen. Monumen-monumen yang banyak berlatar sejarah itu tentunya patut dikunjungi, baik sebagai tempat wisata maupun pembelajaran. Dan berikut ini saya sajikan beberapa monumen yang ada di kota Yogyakarta. (yunese.com)
 
GAPURA KASONGAN
Alamat: Jalan Bantul
Gapura yang menjadi gerbang masuk Desa Wisata Kasongan ini terletak di Jalan Bantul dan menghadap ke timur. Bangunannya berupa dua tugu yang bersambungan di atas jalan. Tepat di tengah balok itu terdapat bentuk topeng yang menempel. Di bagian tepi selatan dan utara gapura masing-masing terdapat dua patung kuda berdiri yang menghadap ke arah luar. Di dua pilarnya terdapat bentuk guci, masing-masing dua buah.

GERBANG ISI YOGYAKARTA
Alamat: Kampus ISI, Jl Parangtritis, Sewon, Bantul
Di pintu masuk utama kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta terdapat gerbang yang terbagi dua dengan masing-masing berbentuk tembok menjulang tinggi tujuh bagian yang saling terkait. Di atas masing-masing tembok terdapat patung logam ornamen. Di bangian tengah gerbang yang terpisah mencelat semacam tugu dengan lambang ISI Yogyakarta menghadap dua arah. Lambang ISI itu berbentuk kombinasi serasi antara motif-motif Dewi Saraswati, Angsa dan Bunga Teratai—dilukiskan secara linier dalam suatu bentuk dasar lingkaran.

MONUMEN GAMELAN
Alamat: Jl Gamelan Kraton
 Sebuah bangunan monumen yang terdiri dari relief, dan di atasnya berdiri patung Gamel (perawat kuda) bersama kuda. Monumen ini dibangun untuk mengenang sekaligus melestarikan tempat bersejarah di kampung Gamelan. Kampung Gamelan ialah tempat bersejarah sehubungan rencana Serangan Umum 1 Maret.

MONUMEN KEPARAKAN LOR
Alamat: Balai RK Keparakan Lor
Monumen berbentuk patung burung Garuda di puncaknya ini dibangun untuk mengenang jasa dan semangat kepahlawanan pemuda Keparakan Lor mempertahankan kemerdekaan. Perjuangan pemuda Keparakan Lor dimulai waktu menyerang markas Jepang di Kotabaru Yogyakarta yang diakhiri dengan menyerahnya tentara Jepang. Perjuangan itu berlanjut ketika Agresi Militer Belanda II, para pemuda Keparakan Lor bergabung dalam Kesatuan Militer dan kelaskaran seperti pasukan Samber Gelap.

MONUMEN MILITER AKADEMI
Alamat: Desa Argomulyo, Cangkringan, Sleman
Monumen Militer Akademi (MA) dibangun untuk mengenang jasa Militer Akademi yang bertempur melawan pasukan Belanda di Desa Argomulyo. Pada Agresi Militer Belanda II desa itu menjadi basis gerilya. Terbuka untuk dilalui pelbagai jenis sarana transportasi sehingga sangat strategis untuk mengantisipasi gerakan pasukan Belanda yang masuk dari Boyolali ke Ibukota Yogyakarta melalui rute Boyolali-Badug (Maguwo)-Kaliurang-Yogyakarta. Monumen ini berbentuk tugu dengan simbol topi baja, bambu runcing sebagai simbol laskar rakyat yang telah gugur. Didirikan di atas pondasi/ batur persegi empat. Tertulis 10 nama korban pertempuran, yaitu Suharjo, Sukarman, Arjowinangun, Wahadi, Driyo Pawiro, Sukaryo, Sami, Kasido, Marsum, dan M. Jaidu.

MONUMEN PAHLAWAN PANCASILA
Alamat: Kentungan, Condongcatur, Depok, Sleman
Monumen Pahlawan Pancasila dibangun untuk mengenang gugurnya Komandan Korem 72 Pamungkas Brigadir Jenderal TNI (An) Katamso dan Kas rem 72 Pamungkas Kolonel Inf. (An) Sugijono pada G 30 S. Monumen berasitektur Joglo (rumah tradisional Jawa) ini diresmikan KGPAA Paku Alam VIII pada 1 Oktober 1991. Di bagian bangunan terdapat lubang tempat dikuburkannya dua jenazah pahlawan revolusi dan relief kekejaman PKI. Terdapat pula museum mini benda-benda realia dan peralatan-peralatan peristiwa penculikan kedua pahlawan revolusi tersebut.

MONUMEN PANGERAN DIPONEGORO
Alamat: Jl HOS Cokroaminoto TR. III/430 Tegalrejo
Monumen Pangeran Diponegoro merupakan pahatan relief pada dinding pringgitan dengan panjang 20 meter dan tinggi 4 meter, menceritakan keadaan Desa Tegalrejo yang damai dan tentram, perang Pangeran Diponegoro melawan Pemerintahan Belanda hingga tertangkap di Magelang. Monumen ini dipahat seniman patung Drs. Saptoto dari Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI), dibantu Sutopo, Sokodiharjo, dan Askabul. Di kedua sisi monumen terdapat terdapat lukisan diri Pangeran di sebelah barat dan lukisan Pangeran sedang menunggang kuda hitam siap untuk berperang di sebelah timur. Monumen ini juga disertai museum yang koleksinya berupa peralatan perang di masa pra kemerdekaan, seperti keris, tombak, pedang, cincin, subang, timah, bedhil, tameng, bandhil, perlengkapan kuda dan panah. Koleksi unggulan dari museum sendiri adalah tembok jebol yang diyakini sebagai jalan meloloskan diri Pangeran Diponegoro dari kepungan Belanda.

MONUMEN PATUNG KI HADJAR DEWANTARA
Alamat: Depan Gedung Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta
Monumen Patung Ki Hadjar Dewantara dibangun untuk mengenang pahlawan sekaligus Bapak Pendidikan Nasional, Raden Mas Suwardi Surjaningrat atau lebih dikenal Ki Hadjar Dewantara. Monumen ini diresmikan bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2007 yang juga hari kelahiran Ki Hadjar. Patung itu terbuat dari perunggu setinggi 220 centimeter, altar patung 250 centimeter dan berbobot 500 kilogram. Di samping patung itu terdapat prasasti monumen yang berisi Candra Sengkala berbunyi “Pawiyata Luhur Tan Sunya Susastra” atau bisa diartikan bahwa tempat pendidikan yang tidak pernah sepi dan tidak pernah kosong dari ilmu pengetahuan.

MONUMEN PENGABDIAN KORPS MOBILE BRIGADE REPUBLIK INDONESIA
Alamat: Dusun Watu, Argomulyo, Sedayu, Bantul
Monumen ini dibangun untuk memperingati perjuangan Pasukan Mobile Brigade pimpinan Ajun Insp. Pol. M. Ajatiman yang bertahan di Dusun Watu. Peristiwa itu mengakibatkan gugurnya 102 rakyat dan 18 gerilyawan yang tergabung dalam pasukan Mobile Brigade RI. Monumen itu dari jauh tampak berbentuk semacam bangunan segitiga yang berdiri; di salah satu sudutnya menjulang tinggi dan di sudut lain semakin mengecil ke arah tanah. Di bagian depan ada pintu masuk dan di dinding-dinding luarnya ada relief perjuangan.

MONUMEN PERJUANGAN PUTAT
Alamat: Desa Putat, Patuk, Gunungkidul
Monumen ini dibangun untuk mengenang Kompi Widodo yang terkenal tangguh bergerilya di bagian Tenggara kota Yogyakarta, yaitu di daerah SWK 105 wilayah Gunungkidul di bawah pimpinan Mayor Soedjono. Di bagian atas monumen dibangun tiga buah tentara yang berdiri tegap menghadap tiga arah mata angin. Masing-masing patung itu membawa senjata berbeda, bambu runcing, senjata otomatis, dan pistol. Tepat di belakangnya (latar) ada semacam gunungan wayang berdampingan dengan relief-relief pahlawan.

MONUMEN SANAPATI
Alamat: Jl Abu Bakar Ali
Didirikan sebagai tanda peringatan 50 tahun terbentuknya persandian Republik Indonesia di Yogyakarta. Diresmikan Menteri Sekretaris Negara RI, Moerdiono pada 4 April 1996. Monumen ini berupa patung tugu berbentuk lancip dengan ujung mirip piramida. Patung dibuat oleh Kasman KS.

MONUMEN SERANGAN UMUM 1 MARET 1949
Alamat: Jl A. Yani
Monumen SO 1 Maret 1949
Didirikan memperingati Serangan Umum 1 Maret 1949 ketika pejuang gerilya berhasil menguasai Yogyakarta selama 6 jam. Peristiwa ini dikenal dengan Enam Jam di Yogya pimpinan Kolonel Soeharto. Monumen ini diresmikan Presiden Soeharto pada 1 Maret 1973. Terdiri dari dua bangunan, di bagian depan terdapat tiga patung tentara, di belakang terdapat relief perjuangan dan di bagian atas terdapat patung gunungan.

MONUMEN TENTARA GENIE PELAJAR (TGP)
Alamat: Klaci Margoluwih Sayegan Sleman
Monumen berupa stadion olahraga bernama TGP ini di salah satu sisinya terdapat patung tentara genie pelajar berdiri tegak dengan tangan kanan memegang senapan dan tangan kiri menunjuk. Monumen ini dibangun untuk menghormati semangat dan patriotisme tentara genie pelajar saat bertempur dengan patroli Belanda di daerah Sayegan.

MONUMEN TENTARA KEAMANAN RAKYAT YOGYAKARTA
Alamat: Jl Urip Somoharjo
Bangunan ini berupa tembok peringatan dengan relief yang menggambarkan Perjuangan Tentara Keamanan Rakyat. Di depannya berdiri tegak dua buah patung yang mengapit pilar berisi sejarah berdirinya monumen ini, yaitu patung Jenderal Soedirman dan Jenderal Oerip Soemohardjo. Pembangunan monumen Tentara Keamanan Rakyat (TKR) ini dipersembahkan Alumni Akademi Militer angkatan 1948 dan 1949/1950 pada peringatan 50 tahun hari jadi Akademi Militer tanggal 31 Oktober 1995. Monumen ini diresmikan Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Soesilo Soedarman pada 31 oktober 1995. Monumen TKR dibangun untuk mengenang perjuangan tentara Indonesia dalam melawan penjajah.

MONUMEN TENTARA RAKYAT MATARAM (TRM)
Alamat: Jl Tentara Rakyat Mataram
Munumen ini berupa bangunan relief perjuangan tentara rakyat Mataram. Dibangun untuk mengenang perjuangan yang dilakukan Tentara Rakyat Mataram (TRM). TRM merupakan badan perjuangan yang awalnya bernama Barisan Pemberontakan Rakyat Indonesia Mataram dipimpin tokoh-tokoh pemuda seperti Soetardjo, Soenyoto, Salim dan Soejitno.

MONUMEN WATU BALIK
Alamat: Watubalik, Sumberharjo, Prambanan, Sleman
Bangunan berupa gedung taman kanak-kanak yang terdapat prasasti di depannya ini dibangun untuk mengenang perjuangan bangsa di dusun Watu Balik. Dusun Watubalik yang terletak di desa Sumberharjo Timur, merupakan daerah yang berbukit-bukit dan sangat strategis untuk markas Pasukan Gerilya. Di tempat ini dilakukan persiapan penyerangan dan pencegatan konvoi tentara Belanda yang melewati jalur Prambanan-Piyungan.

MONUMEN YOGYA KEMBALI
Alamat: Jangkang, Sriharjo, Ngaglik, Sleman
Monumen Yogya Kembali (Monjali) mulai dibangun pada 29 Juni 1985, melalui upacara tradisional penanaman kepala kerbau. Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paduka Paku Alam VIII adalah yang melakukan peletakan batu pertama. Monjali didirikan di lahan seluas 49.920 m² yang diresmikan Presiden Soeharto pada 6 Juli 1989. Dipilihnya nama Monjali (Monumen Yogya Kembali) berhubungan dengan berfungsinya kembali pemerintah Republik Indonesia. Juga peringatan peristiwa bersejarah ditarik mundurnya tentara dari Ibukota Yogyakarta pada tanggal 29 Juni 1949 dan kembalinya Presiden Soekarno, Wakil Presiden, Pimpinan Negara yang lain pada tanggal 6 Juli 1949 di Yogyakarta.
Bentuk kerucut Monjali berketinggian 31,80 meter menjadi gambaran “Gunung Kecil”. Gunung menjadi perlambang kesuburan dan melestarikan budaya prasejarah. Peletakan bangunannya juga mengikuti budaya Yogyakarta, terletak pada sumbu imajiner yang menghubungkan Merapi, Tugu, Kraton, Panggung Krapyak dan Parang Tritis. Perhubungan ini yang disebut Poros Makro Kosmos atau Sumbu Besar Kehidupan. Titik imajiner Monjali ini bisa dilihat pada lantai tiga, tepatnya pada tempat berdirinya tiang bendera. Monjali juga berfungsi sebagai museum yang menyimpan koleksi benda-benda realia, replika, foto, lambang-lambang, pelbagai jenis senjata bersejarah.

PATUNG GERBANG AKADEMI ANGKATAN UDARA YOGYAKARTA
Alamat: Jl Adisucipto
Di atas pintu gerbang Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta terdapat patung garuda yang sedang membetangkan sayapnya. Disain patung garuda itu tampak gagah dengan rentangan sayap panjang yang menjulang melewati sisi gerbang. Patung ini ialah salah satu buah karya seniman patung Yul Hendri.

PATUNG JENDERAL SOEDIRMAN
Alamat: Depan Gedung DPRD Provinsi Yogyakarta, Jl Malioboro 66
Patung Jenderal Soedirman ini ialah karya Hendra Gunawan yang dibuat tahun 1950. Terbuat dari batuan desit. Patung ini menggambarkan bentuk Jenderal Sudirman lengkap dengan atribut khasnya, berdiri dengan sebelah tangannya bertumpu pada sebuah tongkat. Hendra Gunawan ialah seniman kenamaan lahir di Bandung 11 Juni 1918 dan wafat di Denpasar 17 Juli 1983.

PATUNG JENDERAL SOEDIRMAN
Alamat: Depan Museum Sasmita Loka Panglima Besar Jenderal Soedirman, Jl Bintaran Wetan 3
Di depan Museum Sasmita Loka terdapat Patung Jenderal Soedirman di atas bangunan persegi empat. Patung Jenderal Soedirman dibentuk lengkap dengan seragam khas Tentara Nasional Indonesia dan menunggang kuda. Di sisi bangunan persegi empat terdapat tulisan yang menyatakan “Jenderal Soedirman Panglima Besar Tentara Nasional Indonesia. Mulai menjabat tanggal: 18 desember 1945. Wafat pada tanggal 29 januari 1950.” Di sisi lain terdapat potongan tulisan pesan “Anak2 ku, Tentara Indonesia, kamu bukanlah serdadu sewaan, tetapi prajurit yang beridiologi, yang sanggup berjuang dan menempuh maut untuk keluhuran tanah airmu. Percayalah dan yakinlah, bahwa kemerdekaan suatu negara yang didirikan diatas timbunan runtuhan ribuan jiwa harta-benda dari rakyat dan bangsanya, tidak akan dapat dilenyapkan oleh manusia siapapun juga.

PATUNG KI HADJAR DEWANTARA
Alamat: Jl Suroto Yogyakarta
Patung setengah badan Ki Hadjar Dewantara ini diresmikan Sri Sultan Hamengku Buwono X pada tanggal 30 September 2004. Di bawah patung terdapat tulisan huruf latin yang berbunyiSesanti Pendidikan Seperti kuntum padma di Tamansari, engkau kembang dan menyala di kalbu pertiwi cipta, rasa, karsa……juga keluhuran budi menggema di seluruh persada nusantara.

PATUNG KUDA NYI AGENG SERANG
Alamat: Jl Negara Karangnongko Wates
Patung Kuda Nyi Ageng Serang dibangun untuk mengabadikan jasa Nyi Ageng Serang. Ia lahir pada 1762 dengan nama RA Kustiah Wilaningsih Retno Edi, menjadi salah satu pahlawan nasional. Monumen ini menggambarkan seorang perempuan mengenakan pakaian keprajuritan sedang naik kuda. Tangan kiri memegang kendali kuda dan tangan kanan memegang tombak, memberikan gambaran sebagai seorang perempuan yang kelincahannya tak kalah dengan laki-laki. Di kaki monumen digambarkan relief perjuangannya di bumi menoreh dan silsilah Nyi Ageng Serang dari Sultan Agung.
Pangeran Diponegoro mengakui kemampuan Nyi Ageng Serang yang ahli dalam strategi perang. Pada masa perjuangannya bersama Pangeran Diponegoro, ia menerapkan taktik daun keladi dengan membentuk pasukan khusus berani mati yang biasa disebut pasukan sesabet. Nyi Ageng Serang meninggal tahun 1833 dan dimakamkan di dusun Beku, Desa Banjarharjo, Kalibawang, Kulonprogo.

PATUNG LINGKAR TEKNOLOGI
Alamat: Jl Panembahan Senopati
Patung Lingkar Teknologi ini dipersembahkan untuk Kota Yogyakarta sebagai Kota Budaya. Patung dari tembaga dengan ukuran 250 X 92 cm ini dibuat pematung Kasman KS pada 1991. Adapun bentuk patung yang diletakkan di atas tugu ini, berbentuk segi enam dengan empat lubang (mirip kancing baju).

PATUNG RJ KATAMSI
Alamat: Kampus Fakultas Seni Rupa (FSR) ISI Yogyakarta (Belakang Gedung Dekanat FSR)
Patung RJ Katamsi, direktur pertama ASRI 1950-1958, direlokasi dari Kampus Asri Gampingan ke Kampus ISI Sewon. Patung itu diresmikan Rektor ISI Yogyakarta, Prof. I Made Bandem pada 21 Juli 2004. RJ Katamsi lahir di Karangkobar, Banyumas pada 7 Januari 1897 dengan nama lengkap RJ Katamsi Martoraharjo. Selain dikenal sebagai seniman, ia juga seorang akademisi yang mendisain logo UGM yang hingga sekarang masih dipakai.

PATUNG TAMAN PKK
Alamat: Jl Moses Gatotkaca
Patung taman PKK Desa Catur Tunggal, Depok, Sleman ini diresmikan Tim Lomba Desa Tingkat Propinsi DIY tanggal 25 Juni 1994 atas nama Bray Retnomartani Kusumonagoro. Patung berwujud Pak Tani yang sedang membawa cangkul dan Bu Tani yang menggendong hasil tani berdiri berjajar.

PRASASTI GERBOSARI
Alamat: Desa Gerbosari Samigaluh Kulonprogo
Prasasti Gerbosari dibangun untuk memperingati perjuangan rakyat Samigaluh, laskar Kebaktian Rakyat Indonesia Sulawesi (KRIS), Kompi Maulana, dan Kompi Hun Seda Kompi Hakai yang ada di sana pada agresi Militer Belanda II. Daerah itu juga merupakan Markas Polisi Pager Praja. Tokoh-tokoh militer yang berada di daerah itu antara lain Kolonel A.H. Nasution, Kolonel Bambang Sugeng, Letkol T.B. Simatupang. Serangan tersebut menggunakan terbang Belanda yang dikenal dengan “cocor merah”. Serangan dilakukan sebanyak tiga kali, dari tanggal 7 sampai 11 Maret 1949. Prasasti ini terdiri dari tiga bentuk, pertama replika bom yang menancap ke tanah, kedua tugu bertuliskan perjuangan rakyat gerbosari, dan ketiga sebuah tiang untuk mengibarkan bendera merah puith.

TAMAN MAKAM PAHLAWAN KUSUMA BANGSA BANTUL
Alamat: Jl Parangtritis
Dibangun untuk menghormati Jasa para pahlawan kemerdekaan. Di tengah area makam terdapat patung berbentuk lima bambu runcing yang menjulang dengan bagian bawah berbentuk topi (helm tentara) yang berjumlah empat. Patung ini melambangan perjuangan pahlawan dalam mengusir penjajah.

TAMAN MAKAM PAHLAWAN KUSUMANEGARA YOGYAKARTA
Alamat: Jl Kusuma Negara
Taman Makam Pahlawan Kusumanegara Yogyakarta ini dibangun pada 7 Oktober 1945 sebagai wujud penghormatan dan penghargaan terhadap jasa-jasa para pahlawan/pejuang sekaligus sebagai sarana pelestarian nilai kepahlawanan. Pahlawan yang dikuburkan berjumlah 1876 di antaranya terdapat 5 pahlawan nasional, yaitu Panglima Besar Jenderal Soedirman, Letnan Jenderal Oerip Soemohardjo, Brigadir Jenderal Katamso, Kolonel Sugiyono, dan Menteri Supeno. Di bagian utara makam ini terdapat patung Jenderal Soedirman yang berdiri tegak. Di dasar patung terdapat kutipan tulisan dari panglima besar yang berbunyi, “Percaya dan yakinlah, kemerdekaan suatu negara yang didirikan di atas timbunan/reruntuhan korban jiwa/harta benda dari rakyat dan bangsanya tidak dapat dilenyapkan oleh manusia siapapun juga…..”

TETENGER MARKAS KODM KANIGORO
Alamat: Kanigoro Ambarketawang Gamping Sleman
Tetenger ini dibangun untuk mengenang jasa dan semangat kepahlawanan di Dusun Kanigoro. Pada 19 desember 1948, Yogyakarta secara mendadak diserang oleh tentara Belanda. Menghadapi situasi tersebut maka dibentuk Komando Onder Distrik Militer (KODM) di setiap Kecamatan. Tugas KODM adalah menjalankan Pemerintahan Tingkat Militer Kecamatan dan menjaga keamanan wilayahnya. KODM yang bermarkas di Kanigoro, Gamping di bawah komando SWK 103 pimpinan Letkol Soehoed. Kanigoro selain menjadi Markas KODM, juga sebagai markas SWK 103 yang bertempat di rumah Bapak Pawirodikromo.

TETENGER PERJUANGAN ANGKATAN MUDA BERBAH
Alamat: Krikilan Tegaltirto Berbah Sleman
Bangunan tetenger berupa prasasti dari batu persegi. Monumen ini dibangun untuk mengenang perjuangan angkatan muda berbah pada masa Agresi Militer Belanda II, yaitu pertempuran di Dusun Krikilan.

TETENGER PERTEMPURAN LASKAR RAKYAT DI DONOKERTO
Alamat: Desa Donokerto Turi Sleman
Tetenger berupa batu persegi ini dibangun untuk mengenang perjuangan laskar rakyat di Donokerto pada masa Agresi Militer Belanda I, rakyat Donokerto bersama TNI berjuang mempertahankan kemerdekaan.

TUGU YOGYAKARTA
Alamat: Jl P. Mangkubumi
Tugu Yogya ialah bangunan peninggalan Sultan Hamengku Buwono I. Dibangun sebagai peringatan kebersamaan raja (Pangeran Mangkubumi) dengan rakyat melawan Belanda hingga mendapat Mataram. Tugu itu dibangun setahun setelah Perjanjian Giyanti. Ketinggiannya 25 meter dan posisinya sekarang berada di tengah perempatan jalan besar, utara jalan Malioboro. Puncak tugu awalnya adalah titik pandang Sultan sewaktu menghadiri upacara Grebeg di Bangsal Manguntur, Sitihinggil Lor. Dalam bahasa Belanda Tugu Yogya dikenal white paal (tugu putih), sedang masyarakat generasi tua menyebutnya Tugu Pal Putih selain Tugu Golong Gilig. Bentuknya memang gilig (bulat panjang) dengan puncak berbentuk bola. Tugu Yogya runtuh sepertiganya akibat gempa pada 10 Juni 1867. Dan pada 1889 Belanda merenovasi sehingga menjadi seperti sekarang ini, dengan tinggi 15 meter. Perombakan ini agar tidak lagi menjadi simbol atau monumen Golong Gilig antara rakyat dengan raja, dan makna semula seperti ketika pertama dibangun hilang. (@yunese.com)

0 Response to "Daftar Patung Monumen di Yogyakarta"

Post a Comment