Cerita Anak: Tertangkapnya Dua Perampok


Jam menunjukkan pukul dua malam. Antok yang kebelet pipis berjalan keluar rumah menuju ke kamar kecil. Satu-satunya kamar kecil di rumah kakek Antok yang juga tempat tinggalnya, memang berada di luar rumah. Dan Antok yang sekarang duduk di kelas lima SD itu sudah biasa dan berani sendiri ke kamar kecil meskipun malam hari.
Selesai pipis, saat keluar dari kamar kecil Antok melihat dua orang mencurigakan berjalan lewat depan rumah kakeknya. Keduanya berpakaian serba hitam.
“Mau ngapain mereka malam-malam begini, apa mau berbuat kejahatan?” batin Antok.
Kemudian Antok memutuskan untuk mengikuti kedua orang itu secara sembunyi-sembunyi. Ia ingin mengetahui apa yang mau dilakukan kedua orang itu di kampungnya.
Saat itu suasana kampung Antok sangat sepi. Tampaknya orang-orang sudah pada tertidur lelap. Dan kedua orang mencurigakan itu terus berjalan pelan-pelan di tengah sepi.
Saat sampai di depan rumah yang paling bagus di kampung itu, kedua orang mencurigakan tadi berhenti. Mereka menatap rumah itu. Kemudian mendekatinya dengan berjalan mengendap-endap.
Rumah mewah yang tampak terang itu adalah kepunyaan Pak Anwar. Ia seorang pengusaha kaya. Di rumah yang besar itu, Pak Anwar hanya tinggal bersama istrinya karena memang belum punya anak.
Kedua orang yang mencurigakan tadi mulai memakai topeng. Masing-masing juga sudah memegang pisau. Kemudian keduanya bercakap-cakap dengan suara pelan.
“Sebaiknya kita pencet aja belnya, dan saat orangnya keluar langsung kita todong.” Ucap salah satunya.
“Iya,” sahut yang lain.
Lalu salah satu dari orang itu mulai mendekati pintu dan memencet bel. Beberapa saat kemudian pintu terbuka dan tampak Pak Anwar membukakan pintu. Orang yang memencet bel tadi langsung menodongkan pisaunya pada Pak Anwar. Kemudian kedua orang bertopeng itu menggiring Pak Anwar masuk ke dalam rumah.
Sekarang Antok yakin bahwa kedua orang itu mau bertindak jahat. Mereka adalah perampok. Antok jadi ingat peristiwa tragis yang menimpa keluarganya dua tahun yang lalu.
Keluarga Antok yang dulu tinggal di kota pernah dirampok. Dalam perampokan itu ayah dan ibu Antok dibunuh oleh perampok yang kejam. Antok sendiri berhasil selamat karena sembunyi di bawah kolong tempat tidurnya. Setelah peristiwa itu, Antok yang menjadi yatim piatu kemudian tinggal bersama kakeknya di kampung.
Antok tidak mau peristiwa yang pernah menimpa keluarganya itu terjadi lagi pada keluarga Pak Anwar. Ia pun langsung berfikir untuk menggagalkan kejahatan itu. Ia bergegas meninggalkan rumah Pak Anwar untuk mencari bantuan.
Antok langsung menuju pos ronda yang letaknya kurang lebih 300 meter dari rumah Pak Anwar. Kebetulan saat itu di pos ronda ada dua orang yang sedang berjaga yaitu Pak Slamet dan Pak Bejo. Antok pun langsung menceritakan kejadian yang dilihatnya tadi kepada Pak Slamet dan Pak Bejo.
Kemudian ketiga orang itu pun menyusun rencana. Antok dan Pak Slamet bertugas mengawasi Rumah Pak Anwar. Dan Pak Bejo bertugas mencari bala bantuan warga kampung.
Selanjutnya rumah Pak Anwar pun sudah dikepung oleh warga kampung. Beberapa warga mulai masuk ke dalam rumah melewati pintu yang sudah terbuka.
Ternyata, di dalam rumah itu perampok telah mengikat kaki dan tangan Pak Anwar dan Bu Anwar. Mulut sepasang suami istri itu juga sudah ditutup pakai kain.
Melihat kedatangan warga kedua perampok langsung panik. Seorang perampok langsung menggunakan Pak Anwar sebagai sandera. Ia menodongkan pisaunya pada Pak Anwar.
Warga kampung pun tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka hanya membiarkan perampok yang menyandera Pak Anwar itu berjalan keluar melewati pintu. Sementara perampok yang satunya mengeluarkan sepeda motor dari rumah Pak Anwar untuk melarikan diri.
Dengan keberaniannya, tiba-tiba Antok yang punya ilmu silat mendekati perampok yang menodong Pak Anwar. Ia pun langsung menendang tangan perampok yang memegang pisau hingga pisau lepas.
Melihat itu, warga pun langsung beraksi menangkap perampok. Dengan mudah kedua perampok berhasil dibekuk. Warga berencana menghajar kedua perampok itu. Tapi Antok segera mengingatkan supaya jangan main hakim sendiri. Dan Sebaiknya perampok itu diserahkan kepada pihak yang berwajib yaitu polisi.
Keluarga Pak Anwar pun sangat berterimakasih kepada warga. Dia juga sangat berterimakasih pada Antok yang pemberani. Sebagai ucapan terimakasihnya itu, Pak Anwar mengangkat Antok menjadi anak. Dan ia menyuruh Antok beserta kakeknya untuk tinggal di rumah Pak Anwar. (@yunisap, cerita anak)

1 Response to "Cerita Anak: Tertangkapnya Dua Perampok"