Dongeng: Samson si Tikus Sombong


Di sebuah gudang penyimpanan padi hidup sekelompok tikus. Mereka hidup makmur karena makanan sudah tersedia begitu banyaknya. Tapi, pemilik gudang selalu memasang perangkap untuk menangkap tikus-tikus nakal yang sudah memakan padi simpanannya.
Perangkap itu terbuat dari strimin besi yang berbentuk kubus. Di salah satu sisinya ada sebuah pintu yang sengaja dibuka supaya tikus masuk. Kemudian di dalamnya dipasang umpan berupa makanan yang disukai oleh tikus. Tempat pemasang umpan itu berupa kawat yang disalurkan pada pintu tadi. Jika umpan dimakan, kawat itu akan bergerak dan secara otomatis maka pintu akan menutup sendiri.
Banyak tikus yang sudah terjebak di dalam perangkap tersebut. Oleh sebab itu sekarang para tikus lebih berhati-hati. Mereka tidak mau memakan makanan di dalam perangkap itu.
Hanya seekor tikuslah  yang masih berani memakan makanan di dalam perangkap itu. Nama tikus itu adalah Samson. Dia sombong bisa menghabiskan makanan di dalam jiplakan itu tanpa terperangkap. Bahkan ketika beberapa tikus menegurnya supaya jangan memakan makanan di dalam perangkap, dia malah ingin mempetunjukkan keahliannya pada semua tikus.
Suatu hari Samson telah mengundang semua tikus untuk berkumpul di dekat perangkap itu dipasang. Mereka disuruh menyaksikan kehebatan Samson dalam menghabiskan makanan yang ada di dalam perangkap.
“Hai saudara-saudaraku sekalian. Pada kesempatan ini saya akan memperlihatkan cara memakan makanan di dalam perangkap ini. Kalian semua harus memperhatikannya! Itung-itung sebagai pelajaran bagi kalian.” Samson mulai masuk ke dalam jiplakan itu dengan gaya khas kesombongnya. Dengan cepat si Samson berhasil menghabiskan makanan dalam perangkap itu. Lalu ia berjalan keluar. Tapi….
“Plaaak!!!” Pintu perangkap tiba-tiba menutup. Ternyata ekor Samson tadi tersangkut di kawat tempat memasang umpan. Dan ekornya pun sekarang terjepit pada pintu perangkap.
“Toloong... tolooong...,” Samson berteriak dengan nada kesakitan. Beberapa tikus berusaha menolongnya. Tapi mereka tidak berhasil melepaskan ekor Samson dari jepitan pintu perangkap itu. Dengan terpaksa ekor Samson pun harus dipotong. Karena itu, ekor Samson sekarang menjadi buntung.
Setelah kejadian itu sifat Samson menjadi berubah. Dia minta maaf kepada semua tikus atas sikapnya yang sombong selama ini. Dia tidak berani lagi memakan makanan di dalam perangkap. Bahkan dia sering berada di dekat perangkap dan selalu memperingatkan semua tikus supaya jangan mendekati perangkap itu.
Samson bersyukur kepada Tuhan karena masih diberi keselamatan. Dia merasa masih beruntung karena hanya ekornya yang hilang dan bukan nyawanya. (@yunisap, dongeng)

0 Response to "Dongeng: Samson si Tikus Sombong"

Post a Comment