Dongeng: Pengorbanan Sang Kodok Tua


            Sebuah petaka telah menimpa negeri kodok. Ketentraman yang selama ini berjalan, telah terusik dengan adanya beberapa kodok yang lenyap entah kemana. Setelah diselidiki, ternyata mereka dimangsa oleh seekor ular.
            Kata para kodok yang melihatnya, ular itu begitu besar. Mulutnya yang lebar mampu mencaplok seekor kodok besar dan langsung menelannya.
            Semakin hari korban semakin banyak. Raja kodok pun akhirnya mengadakan rapat besar. Seluruh kodok diundang untuk menghadiri rapat itu.
            Dalam rapat itu, beberapa kodok pun hampir putus asa. Bagaimana bisa mereka mengalahkan ular yang besar itu dengan kekuatan mereka yang lemah. Akhirnya seekor kodok tua pun mengajukan usul. 
            “Boleh aku usul!” Pinta kodok tua
            “Boleh-boleh!” Raja kodok menyilahkan.
            “Bagaimana jika ular itu diracun saja.”
            “Trus cara meracunnya gimana?” tanya raja kodok
            “Begini, aku akan mengolesi seluruh tubuhku dengan racun. Kemudian aku akan menyerahkan diriku sebagai mangsa ular itu. Pasti ular itu akan mati setelah memangsaku.”
            Memang pendapat itu cukup cerdas. Tapi mereka semua sedih karena kodok tua mau mengorbankan dirinya untuk keselamatan mereka. Tapi karena tak ada jalan lain. Dan melihat tekad kodok tua yang begitu bulat, maka rencana itu pun di jalankan juga walaupun dengan berat hati.
            Disaksikan seluruh kodok, tubuh kodok tua mulai diolesi racun yang mematikan. Dia siap berkorban untuk bangsanya karena tak mau adanya banyak korban. Memang dalam mengalahkan musuh kadang ada yang harus berkorban.
            Kemudian kodok itu menunggu di tempat dimana biasanya ular muncul. Sebentar kemudian ular pun datang. Dia siap memangsa kodok-kodok itu dengan garangnya. Dan Kodok tua langsung menyergap ular itu dengan berani.
            “Hai ular brengsek, kalau berani hadapi aku!” tantang kodok tua.
            “Dasar makhluk bodoh, cari mati kamu!” ular itu langsung mengibaskan ekornya hingga kodok pun langsung terpental. Dan ular langsung mencaplok kodok itu tanpa segan-segan.
            Sebentar kemudian ular itu berguling-guling dan menjerit kesakitan. Hanya dalam waktu sekejap ular itu pun akhirnya mati juga. Lalu beberapa kodok yang tadinya sembunyi di balik semak-semak pun muncul dan membakar jasad ular itu beramai-ramai.
            Setelah itu kehidupan rakyat kodok pun tentram kembali. Dan untuk mengenang jasa sang kodok tua, maka di depan istana kodok dibangun patungnya yang besar. (Yunisa Priyono, Dongeng Sebelum Bobo, Kedaulatan Rakyat: 24 Desember 2006)

0 Response to "Dongeng: Pengorbanan Sang Kodok Tua"

Post a Comment