Dongeng: Pangeran yang Dikutuk


             “Karena jasa-jasanya maka mulai detik ini, Rudapati kuangkat menjadi patih.” Sabda Prabu Aryaraja di hadapan  seluruh rakyat Kerajaan Campa. Baru saja Kerajaan Campa mengadakan pesta besar-besaran. Mereka merayakan kemenangannya setelah berhasil menaklukkan Kerajaan Jenggala. Dan itu semua berkat jasa besar Rudapati.
            Rudapati adalah seorang Pangeran dari Kerajaan Jenggala. Sebagai anak dari selir, maka dia hanya menjadi bupati di salah satu wilayah Kerajaan Jenggala. Dia tidak puas dengan kedudukannya itu. Makanya dia mau bekerjasama dengan Prabu Aryaraja. Dibocorkanlah semua kelemahan Kerajaan Jenggala sehingga kerajaan itu mudah ditundukkan.
Tak terasa telah setahun Pangeran Rudapati menjadi patih di Kerajaan Campa. Tapi dia tidak mendapat kebebasan seperti yang dia idam-idamkan. Dia hanya disuruh-suruh oleh Prabu Aryaraja. Karena itu lalu muncul dalam benaknya untuk merebut posisi raja.
Kebetulan waktu itu Kerajaan Campa sedang bermusuhan dengan Kerajaan Penjalu. Pangeran Rudapati mengajak Prabu Banaspati dari Penjalu untuk bekerjasama. Pangeran Rudapati membuat perjanjian, jika Kerajaan Campa berhasil ditundukkan maka dia minta menjadi raja di Campa. Dan Prabu Banaspati pun bersedia. Kemudian mereka menyusun rencana.
Suatu hari Pangeran Rudapati menghadap Prabu Banaspati “Hormat saya prabu, semua gudang senjata milik kerajaan Campa sudah kubakar.”
“Bagus, sekarang kita tinggal menyerang!” ajak Prabu Banaspati.
Lalu Kerajaan Penjalu mulai menyerang Kerajaan Campa. Dalam waktu setengah hari, Kerajaan Campa berhasil ditundukkan. Tapi Prabu Aryaraja dan pengawalnya berhasil meloloskan diri. Sesuai perjanjian Pangeran Rudapati pun dinobatkan sebagai Raja Campa. Tapi masih di bawah kekuasaan Penjalu.
Ternyata Rudapati belum puas juga dengan kedudukannya itu. Dia masih di bawah Prabu Banaspati. Ia ingin juga menguasai Kerajaan Penjalu. Dan akhirnya dia mengirim istrinya untuk dijadikan selir Prabu Banaspati. Dan selir itu meracuni minuman Prabu Banaspati sehingga ia meninggal. Dalam keadaan berduka itulah Penjalu diserang oleh Pangeran Rudapati sampai ia berkuasa.
Di luar istana, diam-diam Prabu Aryaraja telah menghimpun kekuatan. Dia menggaet para prajurit Campa yang masih setia. Dan ternyata banyak prajurit yang mau diajak bekerjasama.
Pada malam hari pasukan Aryaraja langsung menyerang istana. Karena sedang tidak siap, maka pasukan Rudapati dapat dikalahkan. Dan Rudapati sendiri berhasil ditangkap.
“Hai Rudapati, kamu memang pengkhianat!” gertak Prabu Aryaraja.
“Maaf gusti, saya telah khilaf. Tolong maafkan saya gusti!” Pangeran Rudapati memohon.
“Kamu telah melakukan kesalahan yang besar. Kamu rakus. Aku kutuk kau menjadi anjing yang juga rakus!”.
Sesaat kemudian tubuh Rudapati langsung telungkup di tanah. Dalam sekejap dirinya sudah menjadi seekor anjing berwarna coklat. Lalu Anjing itu pun diusir dan berlari masuk ke hutan. ( Yunisa Priyono, Dongeng Sebelum Bobo, Kedaulatan Rakyat: 6 September 2006)

1 Response to "Dongeng: Pangeran yang Dikutuk"