Cerita Anak: Nasi Goreng Buatan Luna

Luna adalah anak yang rajin dan terampil. Meskipun baru duduk di kelas empat SD, tapi ia sudah bisa membuat beberapa macam masakan. Ia bisa begitu karena sering membantu ibunya memasak di dapur. Saat ibunya memasak, Luna suka memperhatikan dengan serius. Ia juga banyak bertanya tentang bumbu-bumbu pelbagai jenis masakan kepada sang ibu.
Tiap malam, keluarga Luna sering makan dengan nasi goreng. Ibunya biasa membeli nasi goreng di tempat Bu Ratna yang berjualan di seberang jalan. Luna yang tahu akan hal itu, punya keinginan untuk bikin nasi goreng sendiri. Ia pun menyampaikan keinginannya itu kepada sang ibu.
“Bu, sebenarnya malam ini Luna pingin bikin nasi goreng sendiri, boleh nggak?” ungkap Luna kepada ibunya.
“Memangnya kamu bisa?” tanya sang ibu.
“Ya bisa dong Bu, kan sudah belajar.”
“Yang bener, belajar dari siapa?”
“Bener, Luna sudah belajar dari Bu Ratna kemarin. Luna sudah tahu bahan-bahan yang diperlukan, juga sudah tahu cara pembuatannya.”
“Tapi kalau mau bikin nasi goreng ibu baru punya ayam, nasi dan garam, bahan-bahan lainnya belum ada, gimana?”
“Luna bisa kok beli bahan-bahannya yang masih kurang di warung!”
“Ya sudah, kalau gitu kamu boleh bikin nasi goreng sendiri. Sekarang sana kamu beli bahan-bahan kekuranganya, secukupnya saja ya..!”
Luna merasa lega karena diizinin untuk bikin nasi goreng sendiri. Adapun bahan-bahan kekurangannya adalah bumbu nasi goreng instant, bawang merah, bawang putih, kecap, cabe, tomat dan mentimun.
Setelah mencatat bahan-bahannya di kertas, Luna pun langsung pergi ke warung Bu Siti. Ia membeli bahan-bahan kekurangan itu secukupnya saja, sesuai porsi nasi goreng untuk sekeluarga. Kemudian selesai membeli bahan-bahannya, Luna pun pulang ke rumah.
Sampai di rumah, Luna mulai bersiap-siap untuk memasak. Pertama ia menaruh semua bahan termasuk ayam dan nasi di dapur serta menyiapkan semua perlengkapan yang dibutuhkan. Lalu bahan-bahan seperti cabe, bawang merah, bawang putih, mentimun dan tomat ia cuci. Selanjutnya Luna mulai meracik bumbu. Bawang merah dan cabe diirisnya dengan cekatan. Tak lupa ayam juga dipotongnya kecil-kecil. Kemudian bawang putih beserta garam dihaluskannya di cobek.
Setelah semua bahan siap, Luna mulai memasukkan minyak goreng secukupnya ke penggorengan yang sudah ditaruh di atas kompor. Kemudian kompor pun dinyalakan. Dan setelah minyak mendidih maka irisan bawang dan cabe pun dimasukkan dan digoreng sampai matang.
Saat warna irisan cabe dan bawang merah sudah berubah menjadi sedikit kecoklatan, maka harus segera diangkat. Kemudian gantian bumbu campuran bawang putih dan garam yang digoreng sampai tampak sedikit kering.
Selanjutnya nasi pun harus dimasukkan dan disusul irisan cabe dan bawang merah yang sudah digoreng tadik kemudian diaduk-aduk. Sambil diaduk-aduk pula, bumbu nasi goreng instant dan kecap dimasukkan. Baru ayam yang sudah diiris kecil-kecil juga dimasukkan dan tetap diaduk sampai semuanya bercampur rata. Dan nasi goreng pun sudah jadi.
Setelah mematikan kompor, Luna mulai memindah nasi itu dalam tempat yang biasa digunakan untuk menghidangkan nasi. Lalu yang dilakukan Luna selanjutnya adalah mengiris timun dan tomat tipis tipis dan menaruhnya di piring. Dan sekarang Luna tinggal menyajikan semuanya di meja makan. Selama proses memasak itu, Luna hanya diawasi oleh ibunya dan tidak dibantu sedikit pun.
Saat sajian sudah siap, Luna dan anggota keluarganya yaitu ayah, ibu, dan adiknya yang bernama Lono, langsung berkumpul di meja makan. Ayah Luna memimpin berdoa terlebih dahulu sebelum mulai makan. Selesai berdoa, semuanya pun mulai menikmati nasi goreng bikinan Luna.
“Wah nasi gorengnnya kok enak, beli dimana Bu?” tanya si ayah kepada si ibu.
“Nggak beli kok, tadi Mbak Luna yang bikin. Dia memang berbakat dalam hal memasak.” Ungkap si ibu.
“O, jadi Mbak Luna to yang bikin, bener-bener enak lho Mbak Luna, nggak kalah sama buatannya Bu Ratna!” puji si ayah.
Luna pun tersenyum senang bercampur bangga. Apalagi setelah melihat nasi goreng bikinannya habis karena Lono, adiknya yang baru berumur empat tahun itu minta nambah terus. Diam-diam, Luna pun berencana untuk bikin nasi goreng lagi besok malam. (@yunisap, cerita anak)

0 Response to "Cerita Anak: Nasi Goreng Buatan Luna"

Post a Comment