Cerita Anak: Memasak untuk Keluarga


“Tuti, nanti kamu beli nasi serta lauknya di tempat Mbok Inah saja ya! Nih uangnya.”
Itulah pesan sang ibu kepada Tuti sebelum pergi dari rumah. Ibu sama ayah Tuti mau pergi melayat ke rumah kerabat. Tadi dapat berita lelayunya mendadak hingga Ibu Tuti tidak sempat menyiapkan masakan untuk sore nanti.  Makanya, ia ngasih Tuti uang untuk belanja nasi dan lauk di warungnya Mbok Inah.
Saat itu Tuti di rumah sendiri. Dirumahnya memang tidak ada pembantu. Setiap hari yang membereskan pekerjaan rumah adalah ibunya. Dalam sehari ibunya selalu memasak dua kali, yaitu pagi dan sore. Memang, ibu Tuti sangat pandai memasak. Disamping itu, memasak sendiri akan lebih hemat.
Pukul tiga kemudian, Tuti pun berangkat ke warung Mbok Inah. Warung Mbok Inah adalah satu-satunya warung terdekat yang menjual masakan ratengan. Masakannya lengkap, mulai dari sayur lodeh, tumisan, ayam goreng, serta lauk-pauk siap saji lainnya.
Tapi sampai di tempat Mbok Inah, Tuti kecewa. Warung yang biasanya banyak pembelinya itu sepi. Ternyata warung Mbok Inah lagi tutup. Padahal di dekat situ tidak ada lagi warung yang menjual masakan ratengan.
Tuti pun tak kehilangan akal. Dia langsung menuju ke warung Bu Asti. Disana memang tidak menjual masakan ratengan seperti di tempatnya Mbok Inah. Tapi di sana menjual bahan-bahan mentah, termasuk bakal sayuran. Ternyata Tuti berencana masak sendiri saja.
Walaupun masih kelas empat SD, Tuti memang sudah bisa memasak sendiri. Beberapa macam resep memasak sayuran sudah dihapalnya. Itu berkat ketekunan dirinya dalam memperhatikan ibunya yang suka memasak. Dia juga terbiasa membantu ibunya saat sang ibu memasak.
Di warung Bu Asti, Tuti membeli dua ikat bayam, sekeranjang ikan asin, seperempat kilogram kacang tanah, serta bumbu-bumbu untuk memasak sayur bayam. Dia tidak membeli beras karena persediaan di rumah masih ada.
Sampai di rumah, Tuti langsung mulai bekerja. Pertama-tama dia menanak nasi. Sambil menunggu nasi tanak, Tuti mencuci bayamnya tadi. Kemudian meracik bumbu untuk memasak sayur bayam yaitu bawang putih, kencur, sedikit garam, dan bumbu tambahan lainnya. Lalu masak sayur bayamnya dengan kuah dan bumbu-bumbu tersebut.
Selanjutnya, Tuti menggoreng kacang tanah yang sudah dibumbui garam sama bawang putih. Terakhir menggoreng ikan asin. Setelah itu dia menghidangkannya di meja makan.
Pukul setengah lima saat ayah dan ibu Tuti pulang, semua masakan sudah tersaji di meja makan. Jadi mereka sudah bisa menikmati hidangan buatan Tuti yang tampaknya menggugah selera.
“Tadi warung Mbok Inah tutup, terus Tuti belanjanya di mana?” tanya ibu yang tahu kalau warung Mbok Inah tutup karena tadi berangkatnya lewat sana.
Tuti senyum-senyum terus menjawab, “Tadi Tuti belanja di warungnya Bu Asti terus masak sendiri.”
“O, masak sendiri. Ternyata kamu pintar ya.”
Ayah dan ibu Tuti pun sudah tidak sabar ingin mencicipi masakan putrinya. Setelah cuci tangan maka mereka lekas menuju meja makan dan siap menikmati makanan bersama Tuti. Kemudian mereka  berdoa dulu secara bersama-sama. Selanjutnya mulai makan dengan penuh selera.
“Wah... enak juga masakan Tuti.” Puji ayah
“Iya, bumbunya pas.” Tambah ibu.
Tuti pun jadi tersenyum-senyum. Dia gembira karena masakannya ternyata enak hingga kedua orang tuanya suka. Dia juga bangga pada dirinya sendiri, karena ternyata dia bisa memasak untuk kelurganya. (@yunisap, cerita anak)

0 Response to "Cerita Anak: Memasak untuk Keluarga"

Post a Comment