Dongeng: Kisah Kucing Kembar


Boni dan Miki (keduanya jantan) adalah kucing kembar yang dipelihara oleh Pak Leo. Warna bulu kedua kucing itu sangat menarik. Pak Leo pun sangat menyayangi kedua-duanya.
Walaupun kembar, kedua kucing tersebut memiliki sifat yang berbeda. Si Boni sifatnya sangat rakus. Makannya selalu banyak dan suka merebut makanan Miki. Pantas saja kalau badannya lebih besar.
Kalau si Miki, sifatnya tidak seperti Boni yang rakus. Ia kalau makan sewajarnya saja. Tidak berlebihan. Dan ia selalu mengalah jika jatah makanannya diambil oleh Boni.
“Klik!” Pintu kamar Boni dan Miki terbuka. Pak Leo datang dengan dua piring berisi nasi dan ikan di tangannya. Ditaruhnya sarapan pagi kedua kucing kesayangannya itu di dekat pintu.
Mencium bau yang menggugah seleranya, Boni langsung bangun mendekati piring-piring itu. “Asyik…., sarapan pagi yang nikmat. Mumpung si Miki belum bangun, aku makan dulu ah..” gumam Boni.
Dengan lahap Boni memakan jatahnya sampai tak tersisa sebutir pun nasi. Lalu ia mulai melirik jatah si Miki. Sambil melirik, Boni memegangi perutnya yang masih mampu diisi. Tanpa pikir panjang, dia langsung menyikat jatah si Miki. Makanan itu disisakan sedikit untuk saudaranya yang masih tertidur.
“Bon, sarapannya sudah datang ya?” si Miki mendekati Boni. Tapi ia kecewa karena bagiannya telah dimakan oleh Boni.
“Maaf ya Mik, saya kira kamu tidak nafsu makan. Jadi bagianmu aku embat. Habis kamu diam saja waktu aku suruh bangun.” Sahut Boni.
“Dasar rakus kamu!” dengan wajah muram Miki meninggalkan saudara kembarnya untuk cari makan di luar.
Suatu hari keluarga Pak Leo mengadakan pesta di rumahnya. Banyak tamu berdatangan untuk menyambut pesta itu. Saat itu makanan lezat melimpah ruah. Dan pastinya kedua kucing kembar akan kebagian.
“Asyik…., hari ini aku bisa makan sepuasnya deh! Dan makanannya enak-enak lagi.” Gumam Boni yang sedang di dalam kamar bersama Miki.
Setelah pesta selesai, Boni dan Miki diperbolehkan makan sepuasnya. Tentu saja Boni sangat gembira, dan sekarang berganti dia yang pesta. Boni makan banyak sekali malam itu. Sudah berkali-kali Miki mengingatkan Boni agar makannya jangan banyak-banyak, karena nanti bisa sakit perut. Tapi Boni tak menghiraukannya.
Akhirnya Boni benar-benar sakit perut. Semalaman dia tidak bisa tidur. Dia terus merengek kesakitan sampai menjelang pagi. Baru setelah diobati oleh Pak Leo, paginya dia bisa sembuh.
Setelah kejadian itu Boni jadi berubah. Sekarang dia tidak rakus lagi. Dia makan dengan sewajarnya. Dan tidak merebut lagi jatah si Miki. Sekarang keduanya kalau makan selalu bersama-sama. ( Yunisa Priyono, Dongeng Sebelum Bobo, Kedaulatan Rakyat: 17 April 2005)

0 Response to "Dongeng: Kisah Kucing Kembar"

Post a Comment