Dongeng: Berusaha untuk Terbang


Di sebuah pohon cemara, sepasang burung camar membuat sarangnya. Mereka tinggal bersama ketiga anaknya yang bernama Popo, Lala, dan Kiki. Ketiga burung muda itu semuanya belum bisa terbang
Seperti biasanya, sertiap pagi Popo dan lala selalu mengepakkan sayapnya. Mereka giat berlatih supaya lekas bisa terbang. Sedang Kiki masih tidur pulas. Dia tidak mau berlatih seperti kedua saudaranya itu.
“Hai Kiki…! Ayo bangun dong. Kamu harus latihan agar bisa terbang.” ajak si Popo.
“Iya, nanti kalau kamu begini terus kapan bisa terbangnya? Apa kamu mau tinggal di sarang terus.” Lala menambahkan.
“Nggak ah! Aku tak mau latihan. Enakan tidur,” celetuk Kiki yang masih menutup matanya.
Setelah beberapa waktu, Popo dan Lala akhirnya bisa terbang. Itu berkat kerja keras mereka selama ini. Mereka bisa pergi kemana pun mereka suka. Juga sudah bisa mencari makanan sendiri.
Tapi Kiki masih belum bisa terbang. Dia sering ditinggal sendirian di sarang. Untuk cari makan, dia sangat bergantung kepada kedua induknya. Sepertinya dia memang sudah tak punya keinginan untuk bisa terbang seperti kedua saudaranya itu.
Suatu siang, Popo, Lala, dan Kiki berada di sarangnya. Rupanya mereka sedang tidur lelap. Tiba-tiba Popo terbangun. Ia mendengar ada sesuatu yang mencurigakan. Kemudian ia membangunkan Lala.
“La, ada suara mencurigakan , kamu mendengarnya tidak?” kata Popo.
“Iya, aku mendengarnya. Suara itu semakin dekat. Kita harus waspada!” balas Lala. Lalu keduanya melihat sekelilingnya. Tiba-tiba…
“Ulaaarrr!!!” teriak keduanya serentak. Kemudian Lala langsung terbang meninggalkan sarangnya. Popo dengan cepat membangunkan dan memberitahu Kiki sebelum menyusul Lala.
Kiki yang kebingungan bercampur takut langsung mencoba untuk terbang. Tapi astaga, malah terjatuh telungkup di tanah. Walaupun begitu, ia juga berhasil meloloskan diri dari ular.
Sesaat kemudian datang kedua induknya untuk menolong. Mereka datang berkat informasi dari Popo dan Lala.
“Bagaimana nak? Kau tak apa-apa kan?” kedua induknya membangunkan Kiki. Setelah keadaan aman, Kiki dibawa ke sarang untuk diistirahatkan.
Setelah kejadian itu, Kiki jadi giat berlatih. Setiap pagi ia bangun paling awal. Dan berkat ketekunannya, kini Kiki bisa terbang. Bisa pergi bebas bersama kedua saudaranya. (Yunisa Priyono, Dongeng Sebelum Bobo, Kedaulatan Rakyat: 8 Mei 2005)

0 Response to "Dongeng: Berusaha untuk Terbang"

Post a Comment